Home / Uncategorized / Manfaat Kulit Buah Naga untuk Kesehatan

Manfaat Kulit Buah Naga untuk Kesehatan

Kulit buah naga merupakan bagian terluar yang melindungi daging buah agar tetap berada dalam kondisi baik hingga pada saatnya dipetik dan dikonsumsi. Kulit buah tersebut agak tebal namun tidak terlalu keras dan tidak bisa dimakan. Tidak seperti buah apel dan anggur yang kulitnya bisa dimakan.

Advertisement

Tidak bisa dimakan secara langsung bukan berarti kulit buah naga tidak bisa dimanfaatkan dan bisa dibuang begitu saja. Seperti daging buahnya, kulit dari buah naga ini juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan. Nah, disini kita akan membahas mengenai manfaat kulit buah naga secara tuntas. Memang tidak sebanyak manfaat buah naga itu sendiri, tapi setidaknya bisa kita manfaatkan, bukan hanya menjadi limbah.

Manfaat Kulit Buah Naga untuk Kesehatan

Pohon buah naga adalah sejenis kaktus yang memiliki buah dengan kulit seperti bersisik menyerupai sisik naga. Karena itulah buah ini dinamakan buah naga. Jadi, kalau Anda mengira pohon buah naga itu tinggi besar, keras, kokoh dengan banyak dahan ranting dan daun, Anda salah besar.

Buah naga memiliki nama latin Hylocereus Undotus. Dilihat dari warna daging buahnya, buah naga ini dibagi menjadi dua, ada yang berwarna merah dan ada yang berwarna putih. Jenis kaktus lainnya yang dapat menghasilkan buah naga antara lain Hylocereus polyrhizus, Selenicereus megalanthus dan Hylocereus costaricensis.

 Kulit buah naga merupakan bagian terluar yang melindungi daging buah agar tetap berada da Manfaat Kulit Buah Naga untuk Kesehatan
Pohon kaktus yang menghasilkan buah naga

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Chi Nan University di Taiwan, setidaknya ada 3 manfaat kulit buah naga bagi kesehatan. Untuk menjaga fleksibilitas pembuluh darah, mencegah berkembangnya beberapa jenis sel tumor dan sebagai indikator kandungan zat pengawet berbahaya (boraks dan formalin) dalam makanan.

1. Menjaga kelenturan pembuluh darah

Memiliki pembuluh darah yang fleksibel alias lentur sangatlah penting untuk menghindari terjadinya pembuluh darah yang pecah akibat aliran tekanan darah yang tinggi dari jantung. Nah, dalam kulit buah naga terkandung dua senyawa aktif yang disebut pentacyclic triyepene taraxast 20ene 3aol dan juga taraxast 12,20(30)dien 3aol. Kedua senyawa ini sangat ampuh dalam menjaga serta melindungi kelenturan pembuluh darah.

Keampuhan kedua senyawa yang terkandung dalam buah naga tersebut sudah disejajarkan dengan obat kimia, Troxerutin yang dikenal ampuh dalam menjaga fleksibilitas pembuluh darah mikro. Obat tersebut banyak beredar di pasaran. Dengan ditemukannya kedua senyawa dalam kulit buah naga tersebut, tentu akan mengurangi ketergantungan kita terhadap obat-obatan kimia yang jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan pada organ tubuh terutama hati dan ginjal.

2. Indikator zat pengawet makanan berbahaya

Dua jenis zat pengawet makanan yang sudah dinyatakan berbahaya untuk kesehatan jika digunakan adalah formalin dan boraks. Karena sejatinya, kedua bahan pengawet tersebut bukan digunakan untuk makanan namun untuk mengawetkan mayat. Nah, kulit buah naga bisa digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya kedua zat berbahaya tersebut dalam makanan.

Caranya memang agak ribet tapi tidak terlalu sulit. Ambil kulit buah naga kemudian potong-potong menjadi beberapa bagian. Rendam potongan kulit buah naga tersebut dalam air tawar yang dicampur dengan perasan air jeruk nipis, hingga airnya berubah warna menjadi kemerahan.

Celupkan tisu ke dalam larutan air tersebut hingga tisunya menjadi merah. Ambil makanan yang akan diuji kandungan zat pengawetnya dan tempelkan tisu tersebut. Biarkan tisu tersebut menempel selama kurang lebih 10 menit. Lihat apakah tisu tersebut berubah warna menjadi putih atau tidak?

Jika tisu berangsur-angsur berubah warna menjadi putih kembali, maka makanan tersebut tidak mengandung zat pengawet. Namun, jika tisu tetap berwarna merah maka disinyalir makanan tersebut sudah diberi zat pewarna. Waspadalah!

3. Menghambat perkembangan sel kanker

Dari sebuah study yang dilakukan oleh peneliti dari Chi-Nan Univeristy di Taiwan, ditemukan bahwa ekstrak kulit buah naga merah, dapat menghambat pertumbuhan sel tumor B16F10. Hal ini mungkin tidak berlaku bagi kulit buah naga berwarna putih.

Untuk mendapatkan manfaat dari kulit buah naga ini, anda bisa mengkonsumsi ekstrak kulit buah naga yang saat ini sudah dijual bebas di pasaran. Biasanya dengan cara diseduh seperti menyeduh teh. Anggap saja teh kulit buah naga.

Namun, jika anda kebetulan sudah membeli buah naga dan sayang kulitnya kalau dibuang, Anda juga bisa membuatnya sendiri di rumah. Caranya pun cukup mudah. Pertama, ambil kulit buah naga lalu dipotong-potong kecil. Keringkan kulit buah naga yang sudah dipotong-potong tersebut dengan dijemur di abwah sinar matahari selama 1-2 hari hingga benar-benar kering.

Ambil kulit buah naga yang sudah benar-benar kering tersebut kemudian diseduh dengan air mendidih atau air panas seperti menyeduh teh. Minum seduhan kulit buah naga kering tersebut dua kali sehari, pagi dan malam hari.

Tidak semua kulit buah harus kita buang begitu saja. Contohnya kulit pisang, kulit jeruk, kulit semangka dan kulit buah naga ini yang masih bisa memberikan manfaat bagi kesehatan.

About Catatan Pak Tani

Infopetani.Com – Menyajikan berbagai macam informasi Tentang Pertanian, Agribisnis, Berita dan Liputan Pertanian, Teknologi Budidaya serta informasi lainnya tentang Pertanian di Indonesia.

Check Also

Mengatasi Kacer Yang Over Birahi

OB atau over birahi adalah masalah besar semua pemilik burung. Pasalnya, dengan keadaan seperti ini …